Wednesday, January 6, 2010

Dia adalah sebuah kisah klasik

Mungkin ini salah satu proses pendewassanku, saat semuanya menghilang..


Dia, yang selalu mengisi kekosonganku.

Dia, yang selalu ada untukku.

Dia, yang selalu aku sia-siakan

Dia, yang selalu tidak pernah aku anggap

Dia, yang selalu aku khianati

Dia, yang selalu menunggu aku pulang

Dia, yang selalu menungguku kembali

Dia, yang selalu siap menyambutku

Dia, yang selalu setia

Dia, yang selalu mencintaiku sepenuh hatinya

Dia, yang sampai puncaknya.

Dia, yang sampai batas kemampuanya

Dia, yang mencoba menghapus memori tentang aku

Dia, yang berusha bangkit dari keterpurukannya karna aku

Dia, yang bisa menghargai aku

Dia, yang sosoknya selalu menjadi seperti cerminan ayahku

Dia, yang caranya selalu mirip dengan ayahku

Dia, yang dari caranya sama saat ayaku mengingatkanku

Dia, yang saat marah sama sekali mirip dengan ayahku

Dia, yang bisa menghargai apapun usahaku

Dia, yang selalu menyanjungku

Dia, yang selalu memanjakanku

Dia, yang selalu membuatku merasa jadi wanita satu-satunya

Dia, yang siap menjaga di hari-hariku

Dia.. Cuma dia

Tak perna sekalipun aku menemui sosok sepertinya, kecuali ayahku.

Aku, yang selalu mengidolakan ayahku

Aku, yang diam-diam menyimpan cinta yang besar untuknya

Aku, yang tidak pernah sadar betapa aku membutuhkannya

Dia.. dia yang paling berharga selain ayahku

Dia..

Randika D. Setyanugraha


*sebuah kisah klasik

No comments:

Post a Comment