DIALOG DINI HARI
album Beranda Taman Hati
SENANDUNG RINDU
Feat with Sari – Nymphea
Satu kisah terpendam
Mengukir relung hati yang terdalam
Rinduku padanya
Mengendap, ikhlas, pagi, siang, malam
Semesta merayu
Lagu-lagu merdu
Seakan bertutur
Berpantun menghibur
Hu uuu… ingatkah aku bila dirumah?
Hu uuu… bukalah pintu bila kupulang
Nanti, esok, entah
Sekian lama waktu
Merpati tak bawa berita baru
Keagunganmu..
Berkilau, ikhlas, mengisi hatiku.
Perahu melaju
Dayung hingga ke hulu
Badai berlalu
Esok hari baru
OKSIGEN
Segarkan ingatanmu saat menghirupku
Resapi rasa hadirnya diriku
Aku bisa hidupkan dirimu hari ini
Aku bisa..
Terhisap panas dan terbakar
Lalu cemari udara dan trotoar
Aku bisa membakarmu hari ini
Aku bisa.. aku bisa
Dedaun dan mentari ajakku menari
Teriknya hari kuterlahir kembali
Aku bisa datang dan pergi
Aku bisa.. aku bisa
Terbang melayang, ke awan, menghilang
Datang dan pergi sendiri, tak terkendali
BERANDA TAMAN HATI
Gelak tawa riang menawan
Dari wajah-wajah rupawan
Celoteh kecil bak burung camar
Mentari pudar menyurut damar
Kuterbuai dan terlena
Suara-suara penuh makna
Suaramu merdu segumpal syahdu
Terlibat dekat sahabat dekat
Bicaramu lekat seolah mendekap
Bergema dalam tembok-tembok pekat
Kuterbuai dan terlena
Suara-suara penuh makna
Reff:
Sepanjang waktu ku mencari-cari arti hidup
Detik ke detik seakan kian cepat kuterpuruk
Suara tawamu menghapus noda
Gemulai gerak riang gembira menghibur duka
Kupu-kupu terlambat hadir
Bersaing indah hinggap bersanding
Istana cinta tanpa pangeran
Takdir kuasa mustahil melawan
Kutunduk merangkum doa
Berharap semua adanya
Reff:
Sepanjang waktu ku mencari-cari arti hidup
Detik ke detik seakan kian cepat kuterpuruk
Kekagumanku berbuah cerita
Menuai benih di musim semi
Aku bahagia
PAGI
Berhari hari menanti
Tak henti henti mencari
Hingga hari ini dambaan hati
Berlalu dan pergi
Memilah memilih
Tak habis-habis berpikir
Sampai pagi ini
Matahari pagi, sendiri dan sendiri
Tetes embun pagi
Iringi mekar melati
Masihkah indah.. indah
Reff:
Pagi, jangan pergi
Kutakut malam nanti kumasih sendiri
Dan pagimu tak lagi indah
Sekuntum bunga mekar
Diantara rumput2 liar
Gelisah menanti si jantan kumbang
Tak kunjung datang
Ranting kering terinjak injak
Luluh lantak tak berontak
Kicau burung harmoni berdendang
Sebentar lagi siang
Rimbun pohon menari
Suaranya lembut berbisik
Masihkah indah.. indah..
Back to Reff.
BUMIKU BURUK RUPA
Siang cerah tak bermendung
Surya sinarnya tak terbendung
Awan bergerak tak menentu
Angin kencang bukan puyuh
Tanahku injak seperti pasir
Bagai gelombang dilaut pesisir
Liang lahat raksasa hadir
Pribumi tak lagi jaga bumi
Reff:
Bumiku bumi buruk rupa
Bumiku bumi buruk rupa
Air bumi menipis
Seakan akan hampir habis
Sungai danau hilang sungai danau hilang
Dan kemarau kian panjang
Hujan.. hujan.. tenggelamkan bumi
Hujan.. hujan.. tenggelamkan bumi
Panas.. panas.. panas.. bakar bumi
SAHABATKU JADI HANTU
Inikah yang kamu mau? yang kamu inginkan?
Seorang ibu kehilangan anaknya
Tahukah kamu atau tak mau tau akibatnya
Sahabatku kehilangan akal sehatnya
Tunas bangsaku tenggelam menyedihkan
Tragedi negriku bagai bunga yang terinjak
Inikah yang kamu mau? Yang kamu inginkan?
Sahabatku jadi hantu, mengerikan..
Reff: Hentikan hentikan semua itu
Lihat wajah wajah terbungkus biru
Terselimutkan luka dan terbinasa
Penggali kubur terus bekerja
Inikah yang kamu mau? Yang kamu inginkan?
Sahabatku kehilangan akal sehatnya
Tahukah kamu? Atau tak mau tau akibatnya?
Sahabatku jadi hantu mengerikan
Tak Seperti Yang Kau Bayangkan
Sahabatmu, mungkin pernah bercerita
Tentang gelapnya hidupku
Dan bila kau percaya mereka
Kuharap kau.. kau memilahnya
Sahabatku, mungkin pernah bercerita
Tentang kerasnya hidupku
Dan bila kau tetap tak percaya
Biarkan aku membuktikannya
Reff:
Aku tak seperti yang kau bayangkan (4x)
RENOVASI OTAK
Perlu sedikit renovasi otak
Biar tak terkotak kotak
Seperti TV atau bak mandi
Seperti baju ini.. hmmm bau sekali
Mending aku mandi lagi
Renovasi fisik biar tak gampang sakit
Seperti gunung yang agung
Seperti Tuhan yang murung
Adaptasi prilaku biar tak kaku
Walau dipukul, ditendang biar tak malu
Kalau memang tak tahu
Rangkul teman lawan padamkan bara
Ceritakan berita gembira
Inovasi visi untuk masa depan
Kado indah sebuah kemenangan
SATU CINTA
Saat kau berjalan sendiri
Aku akan menemani
Siap memapahmu
Jika kau terjatuh
Saat kau mulai lelah
Berdiri lunglai sedikit goyah
Ku kan disampingmu
Istirahatkan pikiranmu
Saat kau mulai menangis
Aku akan bernyanyi
Siap menghiburmu
Tak perduli waktu
Saat pagi kau terjaga
Ku kan petik bunga
Beragam warna
Seperti pelangi membentang
Kita kan gembira bersama, tertawa bersama, bahagia bersama
Kita kan bernyanyi bersama, menari bersama ikuti irama
Reff:
Satu pikiran, satu tujuan
Satu harpan, satu impian
Satu pandangan, satu kejayaan
Satu kejujuran, suatu kebaikan
Satu cinta untuk kebahagiaan
Satu cinta untuk kedamaian
REHAT SEKEJAP
Rehat sekejap jika kau lelah
Rebahkan diri sebentar
Basuh tanganmu bersihkan debu
Hilangkan dahaga di jeda waktu
Lantunkan lagu, yakinlah merdu
Dengungkan syair pujangga dulu
Renungkan bait pelipur lara
Bijaksana hati hilangkan murka
Rehat sekejap, kita perlu istirahat
Rehat sekejap, jerat nafsu menjebak nalar
Rehat sekejap, lepaskan beban buka cadar
Rehat sekejap, syukuri, nikmati anugrah
KU KAN PULANG
Lamakah aku pergi
Hingga tak sadar rambutmu makin memutih
Banyak waktuku yang terbuang rugi
Lamakah aku pergi
Hingga tak sadar beribu kisah ingin ku bagi
Berilah aku waktu sebentar lagi
Ku kan pulang
Pulang ke rumah
Berilah waktu
Sabar menunggu
Doamu slalu untukku
Slalu untukku, hingga kini ku tak ragu
Biarkan aku sujud di kakimu
Lukisanmu slalu indah
Seperti doamu
Sepanjang masa tak putus asa
Sementara waktu merubah kita
Sementara waktu merubah kita
Ku kan pulang
Pulang ke rumah
Berilah waktu
Sabar menunggu
Ku kan pulang
Pulang ke rumah
Bawa cerita
Indah Dunia
HATI HATI
Berangkatlah lebih awal biar tak buru-buru, bisa fatal
Jalan makin terasa sempit, motor saling berhimpit
Asap tinggi membungkit
Berangkatlah lebih dulu biar tak buru-buru, apa yang diburu
Hidup kita hanya sekali dan harus memilih
Jangan mati pagi
Reff:
Hati-hati di kanan, lihat kiri dan kanan, lalu lalang kendaraan
Hati-hati di jalan, semoga sampai tujuan dengan aman
Makin banyak korban mati sia-sia, tak kenal usia
Makin banyak orang tak sabar, tak perduli
Tak saling menghormati.
Saat pulang rehat bila perlu
Jangan buru-buru, aku pasti menunggu
Jagalah dirimu untuk orang lain, seirama harmoni…
Back to reff.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment